Lintas Jurusan, Nyangka Bisa Dapet Djarum Beasiswa Plus Saat Pandemi
Buat sebagian orang dapet beasiswa adalah impian yang sangat besar, ya begitu juga untuk aku. Seorang mahasiswa angkatan 2018 yang nekat buat lanjut kuliah kelas reguler dan mencoba memilkul beberapa hal sendirian. Oh iya, ini adalah blog pertamaku setelah bertahun-tahun ga nulis disini. Aku harap kedepannya bisa lebih rajin nulis hehe.
Aku mau sedikit cerita kalau aku ini dulu mahasiswa jurusan kimia angkatan 2018 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Betapa insecurenya aku siswa SMK jurusan RPL yang sama sekali gapernah belajar kimia tapi nekat buat ambil pelajaran kimia dengan alasan "penasaran sama IPA". Yaa, fun fact aku ini orang yang gampang penasaran dan suka pengen coba.
Saat itu, semua mahasiswa baru dikumpulin buat ngobrol bareng sama kaka kelas disalah satu selasar fakultas. Semua kaka tingkat dimataku jenius, entah kenapa itu yang terlintas dikepalaku. Semua nyeritain keseharian sebagai mahasiswa dan salah satu yang mereka ceritain adalah tentang beasiswa. Aku langsung semangat, satu persatu beasiswa disebutin sama katingku. Mulai dari Beasiswa Unggulan, Djarum Beasiswa Plus, Beasiswa Tahfidz dan masih banyak lagi.
Disitu aku bener-bener perhatiin syarat dari beasiswa-beasiswa tadi. Point utamanya adalah IPK, prestasi dan organisasi. Tiga hal yang melekat buat seorang mahasiswa, tapi waktu itu mentalku ciut. Jangankan ngebayangin jadi awardee beasiswa, buat dapet IPK diatas 3 aja rasanya aku ga sanggup. Hahaha...
Semester satu aku lewatin dan bener aja itu jadi semester yang berat buat aku adaptasi sama jurusan kimia. Saat akhir semester semua nilaiku A kecuali kimia dasar, nilaiku mutlak C dan hampir D. Wawww sungguh menawan bukan? Sebagai seorang mahasiswa kimia tapi gabisa kimia? Alhamdulillah selamat aku masih dapat nilai C dan kesempatan untuk cumlaude masih ada, seenggaknya aku gaperlu ngulang. Itu yang ada dipikiranku.
Semester 2 berlangsung, aku pengen banget pindah kampus rasanya udah gasanggup kalau harus lanjutin perkuliahan ini. Aku ikut SBMPTN dan ya akhirnya aku keterima disalah satu PTN di Indonesia dengan jurusan Teknik, tepatnya aku lupa teknik industri atau apa ya?.. Tapi ga aku ambil. Saat itu aku mulai belajar sungguh-sungguh tentang kimia. Ikut kelas online course kimia anak SMA. Setiap mau kelas aku belajar untuk mahamin materi hari itu, karena kebetulan silabusnya udah dijelasin dari awal. Yaa aku bisa bilang bahwa aku berhasil buat dapetin nilai yang lebih baik. Kali ini aku galagi ngoleksi nilai C.
Semangatku semakin besar, aku coba untuk ikut lomba pertamaku di IPB untuk studi literatur tentang umbi porang sebagai upaya diversifikasi pangan yang dituangkan juga dalam bentun infografis bersama satu temanku. Wah aku ga nyangka bahwa aku bisa dapet juara 3 se-Indonesia. Ga berhenti disitu aku ikut lagi lomba di UNSIKA dan berhasil dapet juara 1. Sejak saat itu aku semakin percaya diri padahal semuanya modal nekat. Selain itu aku pun aktif organisasi sebagai ketua bidang Informasi dan Komunikasi di himpunanku.
Baru sekitar 2 bulan menjabat menjadi ketua bidang dan menginjak semester 3, tiba-tiba pandemi Covid-19 datang. Seluruh kampus ditutup dan perkuliahan berjalan secara daring. Semula perkuliahan online dilakukan selama 2 minggu namun diperpanjang menjadi 2 tahun. Tibalah pendaftaran Djarum Beasiswa Plus dibuka. Saat itu aku ingat persis bahwa persyaratannya adalah IPK diatas 3.20, berkuliah di universitas mitra Djarum, aktif organisasi. Kalian bisa cek apakah kampus kalian termasuk mitra Djarum atau bukan.
Saat itu aku mulai mempersiapkan seluruh berkas, apapun yang kalian lampirkan harus memiliki bukti. Maksudnya, jika kalian menuliskan kepanitiaan minimal kalian lampirkan SK yang ada nama kalian atau lebih baik lagi jika ada sertifikatnya. Seluruh yang kalian tuangkan didalam pendaftaran akan ditanyakan pada saat sesi wawancara. Jangan takut untuk mendaftar meskipun kalian tidak memiliki kejuaraan apapun, karena selain itu ada sisi aktif organisasi yang bisa dilihat oleh panitia. Tetap semangat!
Seluruh berkas dikirimkan ke kantor Djarum terdekat, kalau untuk Regional Bandung itu dikirimkan ke RSO yang berada di Soekarno Hatta. Boleh oleh kalian langsung atau dikirimkan via kurir. Saat itu aku kirimkan menggunakan jasa ekspedisi JNE/JNT aku lupa. Jika seluruh berkas memenuhi syarat, kalian akan masuk ke sesi test tulis. Disini aku mempersiapkan diri dengan mempelajari seluruh rangkaian TPA (Psikotes gambar, hitungan cepat, logika) yang ada di SBMPTN dan test CPNS. Kalian perlu memahami perhitungan matematika dasar dengan baik.
Semester satu aku lewatin dan bener aja itu jadi semester yang berat buat aku adaptasi sama jurusan kimia. Saat akhir semester semua nilaiku A kecuali kimia dasar, nilaiku mutlak C dan hampir D. Wawww sungguh menawan bukan? Sebagai seorang mahasiswa kimia tapi gabisa kimia? Alhamdulillah selamat aku masih dapat nilai C dan kesempatan untuk cumlaude masih ada, seenggaknya aku gaperlu ngulang. Itu yang ada dipikiranku.
Semester 2 berlangsung, aku pengen banget pindah kampus rasanya udah gasanggup kalau harus lanjutin perkuliahan ini. Aku ikut SBMPTN dan ya akhirnya aku keterima disalah satu PTN di Indonesia dengan jurusan Teknik, tepatnya aku lupa teknik industri atau apa ya?.. Tapi ga aku ambil. Saat itu aku mulai belajar sungguh-sungguh tentang kimia. Ikut kelas online course kimia anak SMA. Setiap mau kelas aku belajar untuk mahamin materi hari itu, karena kebetulan silabusnya udah dijelasin dari awal. Yaa aku bisa bilang bahwa aku berhasil buat dapetin nilai yang lebih baik. Kali ini aku galagi ngoleksi nilai C.
Semangatku semakin besar, aku coba untuk ikut lomba pertamaku di IPB untuk studi literatur tentang umbi porang sebagai upaya diversifikasi pangan yang dituangkan juga dalam bentun infografis bersama satu temanku. Wah aku ga nyangka bahwa aku bisa dapet juara 3 se-Indonesia. Ga berhenti disitu aku ikut lagi lomba di UNSIKA dan berhasil dapet juara 1. Sejak saat itu aku semakin percaya diri padahal semuanya modal nekat. Selain itu aku pun aktif organisasi sebagai ketua bidang Informasi dan Komunikasi di himpunanku.
Baru sekitar 2 bulan menjabat menjadi ketua bidang dan menginjak semester 3, tiba-tiba pandemi Covid-19 datang. Seluruh kampus ditutup dan perkuliahan berjalan secara daring. Semula perkuliahan online dilakukan selama 2 minggu namun diperpanjang menjadi 2 tahun. Tibalah pendaftaran Djarum Beasiswa Plus dibuka. Saat itu aku ingat persis bahwa persyaratannya adalah IPK diatas 3.20, berkuliah di universitas mitra Djarum, aktif organisasi. Kalian bisa cek apakah kampus kalian termasuk mitra Djarum atau bukan.
Saat itu aku mulai mempersiapkan seluruh berkas, apapun yang kalian lampirkan harus memiliki bukti. Maksudnya, jika kalian menuliskan kepanitiaan minimal kalian lampirkan SK yang ada nama kalian atau lebih baik lagi jika ada sertifikatnya. Seluruh yang kalian tuangkan didalam pendaftaran akan ditanyakan pada saat sesi wawancara. Jangan takut untuk mendaftar meskipun kalian tidak memiliki kejuaraan apapun, karena selain itu ada sisi aktif organisasi yang bisa dilihat oleh panitia. Tetap semangat!
Seluruh berkas dikirimkan ke kantor Djarum terdekat, kalau untuk Regional Bandung itu dikirimkan ke RSO yang berada di Soekarno Hatta. Boleh oleh kalian langsung atau dikirimkan via kurir. Saat itu aku kirimkan menggunakan jasa ekspedisi JNE/JNT aku lupa. Jika seluruh berkas memenuhi syarat, kalian akan masuk ke sesi test tulis. Disini aku mempersiapkan diri dengan mempelajari seluruh rangkaian TPA (Psikotes gambar, hitungan cepat, logika) yang ada di SBMPTN dan test CPNS. Kalian perlu memahami perhitungan matematika dasar dengan baik.
Secara soal memang tidak sulit, namun memerlukan fokus dan kemampuan khusus, Karena bentuk soal sangat sederhana namun cara perhitungannya tidak mudah. Seperti 1/2+0.5+3(3/3) dan akar-akaran lain. Selain itu untuk psikotes gambar, logika dan lain-lain pun seperti test pada umumnya namun memiliki level kesulitan yang berbeda :D.. Dicoba saja,,,
Setelah lulus test tulis jika dilaksanakan secara offline biasanya ada FGD, namun saat itu aku sedang pandemi jadi langsung masuk ke tahap wawancara. Didalamnya berisikan apa yang aku tulis didokumen yang aku lampirkan diawal. Terkait IPK, cerita hidup, apa yang akan dicapai, visi, misi, organisasi, prestasi dan lain sebagainya. Pewawancaranya baik, semua enjoy dan seperti sedang ngobrol dengan teman. Hati-hati kamu perlu fokus dan persiapkan diri sebaik mungkin, perbanyak latihan wawancara. Karena tidak mudah menggali potensi diri dalam waktu yang singkat. Jujurlah dan jangan dibuat-buat namun tetap lakukan yang terbaik
Saat pengumuman akan ada notifikasi "Selamat Kamu Terpilih Menjadi Beswan Djarum" yang akan masuk melalui email atau SMS secara serentak...
Selamat mencoba semuanya, jika ada yang ingin ditanyakan bisa chat aku di instagram @nadiachdz_21, jangan sungkan yaa !!!!
Setelah lulus test tulis jika dilaksanakan secara offline biasanya ada FGD, namun saat itu aku sedang pandemi jadi langsung masuk ke tahap wawancara. Didalamnya berisikan apa yang aku tulis didokumen yang aku lampirkan diawal. Terkait IPK, cerita hidup, apa yang akan dicapai, visi, misi, organisasi, prestasi dan lain sebagainya. Pewawancaranya baik, semua enjoy dan seperti sedang ngobrol dengan teman. Hati-hati kamu perlu fokus dan persiapkan diri sebaik mungkin, perbanyak latihan wawancara. Karena tidak mudah menggali potensi diri dalam waktu yang singkat. Jujurlah dan jangan dibuat-buat namun tetap lakukan yang terbaik
Saat pengumuman akan ada notifikasi "Selamat Kamu Terpilih Menjadi Beswan Djarum" yang akan masuk melalui email atau SMS secara serentak...
Selamat mencoba semuanya, jika ada yang ingin ditanyakan bisa chat aku di instagram @nadiachdz_21, jangan sungkan yaa !!!!
Komentar
Posting Komentar